Situbondo (Antara) - Prajurit Korps Marinir TNI AL
melabrak negara musuh dengan menggunakan kendaraan lapis baja (tank
amfibi) dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014 di Pantai Banongan,
Situbondo, Jawa Timur, Rabu.
Wartawan Antara Masuki M Astro yang mengikuti Latgab TNI 2014
melaporkan operasi amfibi itu merupakan acara puncak Latihan Gabungan
TNI 2014.
Acara puncak Latgab TNI 2014 itu disaksikan oleh Menteri Pertahanan
(Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko,
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf Angkatan
Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal
TNI Ida Bagus Putu Dunia.
Dari menara tinjau yang berada di bibir pantai Banongan, Menhan,
Panglima TNI, Kasal, beserta rombongan menyaksikan langsung proses
pendaratan Amfibi oleh pasukan pendarat dari prajurit-prajurit Korps
Marinir TNI Angkatan Laut yang melaksanakan Operasi Amfibi.
Sebelum Operasi Amfibi pada hari "H" jam "J", puncak latihan itu
ditandai dengan gelombang pertama pendaratan yang menembus pantai, lalu
proses Bantuan Tembakan Kapal (BTK) untuk menghancurkan kedudukan musuh
di pantai pendaratan yang dapat menggagalkan pelaksanaan Operasi Amfibi.
Gelombang-gelombang pendaratan mulai diluncurkan dari KRI-KRI
pengangkut pasukan pendarat Amfibi, dimulai dengan mendaratkan satu
Kompi Tank Amfibi, selanjutnya bergerak taktis menggempur kekuatan musuh
di pantai.
Gelombang kedua terdiri dari Kompi Kendaraan Pendarat Amfibi
(Ranratfib) yang mengangkut pasukan untuk menyerang maju bersama Kompi
Tank dengan Kerja Sama Infanteri Tank (KSIT) guna menduduki
sasaran-sasaran yang telah direncanakan sebelumnya.
Gelombang ketiga dari unsur Ranratfib yang mendarat untuk membantu
pasukan yang lebih dulu mendarat dan menghancurkan kedudukan musuh yang
masih berada di sekitar pantai.
Pendaratan berikutnya adalah gelombang keempat yang terdiri dari dua
unit Landing Craft Unit (LCU) dan enam unit Kendaraan Amfibi Pengangkut
Artileri (KAPA) dengan unsur artileri medan yang terdiri dari dua pucuk
Roket Multi Laras (RM) 70-Grad dan meriam Howitzer 105 milimeter.
Setelah mendarat, semuanya akan menempati titik steling penembakan
sesuai koordinat yang telah direncanakan, selanjutnya akan memberikan
tembakan artileri medan terhadap sasaran-sasaran musuh.
Gelombang atas panggilan mendarat dengan unsur KAPA yang mengangkut
empat unit Howitzer 105 mm. Setelah mendarat dan selanjutnya menuju
stelling penembakan sesuai dengan koordinat yang telah ditentukan.
Setelah Howitzer masuk stelling penembakan, gelombang atas panggilan
berikutnya mendarat dengan menggunakan LCU yang mengangkut dua unit RM-
70 Grad setelah mendarat kemudian menuju stelling penembakan yang telah
direncanakan.
Selanjutnya, tiga unit Helikopter pengangkut prajurit-prajurit
melaksanakan lintas Heli ke sasaran yang bertujuan untuk merebut dan
menduduki sasaran yang dapat mempengaruhi dan menentukan dalam
pelaksanaan perebutan tumpuan pantai pada operasi amfibi.
Berikutnya, dua unit Roket Multi Laras (RM) 70 Grad dan tiga pucuk
meriam Howitzer kaliber 105 mm yang telah masuk steling akan
melaksanakan penembakan secara berturut-turut yaitu tembak tinjau
sebanyak empat butir akan diberikan oleh RM 70 Grad dan empat butir dari
meriam Howitzer 105 mm.
Penembakan kedua adalah penembakan pelaksanaan sebanyak 76 butir
dari RM 70 Grad dan 30 butir dari meriam Howitzer 105 mm. Untuk
menuntaskan serbuan akan diberikan penembakan salvo terhadap sasaran
sebanyak 40 butir oleh dua unit RM 70 Grad.
Pada Latgab TNI kali ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan 33 unsur
KRI, terdiri dari dua kapal markas, satu kapal selam, delapan KRI yang
tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), dan 22
unsur KRI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla).
Selain unsur kapal perang, TNI Angkatan Laut juga menerjunkan unsur
pesawat udara dari Puspenerbal yang terdiri dari tiga Heli Bell yaitu
HU-419, HU-410, HU-417, satu unit Bo-105 yaitu NV-411, satu Casa U-617,
serta satu Angkutan Udara VIP CN 235 P-860.
Selain itu, TNI Angkatan Laut juga menerjunkan ribuan prajurit Korps
Marinir TNI AL beserta material tempur Koprs Marinir yang diikutkan
pada latihan terbesar TNI di tahun 2014 ini. Material tempur Marinir
tersebut antara lain: 7 unit LVT-7A, 8 unit BMP-3F, 9 unit Tank PT-76,
13 unit BTR-50 P, 11 unit BTR-50 PK, 6 unit Kapa-61, 8 pucuk Roket
Multilaras RM-70 Grad, dan 8 pucuk Howitzer 105 mm.

Judul: Marinir TNI AL Labrak Negara Musuh dengan Tank Amfibi
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 10:53 AM
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 10:53 AM

