Gerindra: Tak ada pengaruh Jokowi Effect







Beberapa hasil hitung cepat dari tiap lembaga menunjukkan tiga partai teratas masih diduduki PDIP, Golkar dan Gerindra. Suara Partai Gerindra naik dua kali lipat dari 5 persen menjadi 12 persen. Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani mengaku hasil partainya tersebut merupakan usahanya selama 5 tahun terakhir.

Perolehan fantastis ini akibat efek dari Ketua Dewan Pembina partainya, Prabowo Subianto (Prabowo efek). Namun, dirinya menegaskan kalau hasil hitung cepat ini merupakan peringatan awal.

"Sekali lagi hasil ini sinyal awal. Akan tetapi kata Prabowo sudah mengingatkan, ini masih panjang," kata Ahmad di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Rabu (9/4).

Adapun hasil hitung cepat sementara ini, kata Ahmad, sebenarnya Gerindra belum puas. Lantaran masih kurang dari target yang ingin dicapainya.

"Tapi atas hasil ini kita bersyukur," ungkapnya.

Ketika disinggung terkait pesaingnya, PDIP yang pernah sesumbar bakal meraih rata-rata perolehan suara di atas 27,02 persen, Ahmad pun langsung berkoar. Menurutnya, efek Jokowi tidak sehebat efek Megawati Soekarnoputri saat Pemilu 1999 silam. Sehingga kini PDIP cuma mengantongi 19,5 suara.

"PDIP pernah mencapai puncak 34 persen di 1999. Dulu itu Mega effect di 1999. Kalau ada sekarang Jokowi effect, seharusnya kembali. Saya kira tidak ada pengaruh Jokowi effect," tegasnya.
thumbnail
Judul: Gerindra: Tak ada pengaruh Jokowi Effect
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Berita Dalam Negri :

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz