78 Persen Anggota DPR Jarang Ngomong
Jakarta - Penelitian Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menunjukkan sebanyak 83 persen anggota Dewan Perwakilan Rakyat memiliki kinerja sangat buruk. Bahkan, 78,4 persen anggota Dewan memiliki tingkat keaktifan berbicara dalam sidang komisi di bawah 40 persen. Formappi menggunakan 300 risalah rapat komisi dan tingkat kehadiran dalam 635 rapat untuk mengukur kinerja anggota Dewan.
"Ini belum menilai apa yang mereka bicarakan," kata Koordinator Formappi Sebastian Salang dalam pemaparan hasil penelitian lembaganya di Jakarta, Kamis, 3 April 2014. Hasil penelitian Formappi menunjukkan hanya 1,9 persen anggota Dewan yang tingkat keaktifannya di atas 85 persen. (Baca juga: Penelitian: 83 Persen Anggota DPR Berkinerja Buruk).Penelitian dilakukan kepada 519 anggota Dewan setelah dikurangi anggota yang meninggal dan menjalani pergantian antarwaktu. Pimpinan Dewan juga tak dinilai karena basisnya adalah rapat komisi.
Beberapa paramater yang digunakan untuk memberi penilaian adalah kunjungan ke daerah pemilihan, keberadaan rumah aspirasi, kehadiran dalam rapat komisi, penyampaian gagasan dalam rapat komisi, pelaporan harta kekayaan, serta pelaporan kegiatan saat sidang dan reses.
Hasil penelitian menunjukkan hanya 0,8 persen anggota Dewan yang mendapat nilai 8 ke atas atau sangat baik, 5,6 persen mendapat rapor baik, dan 9,8 persen memperoleh nilai cukup. Sisanya, menurut Formappi, kinerja anggota parlemen buruk. Fraksi yang dianggap memiliki nilai kinerja rata-rata adalah Golkar dengan poin 5,75.
TEMPO.CO

Judul: 78 Persen Anggota DPR Jarang Ngomong
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 7:26 AM
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 7:26 AM

